Malam yang Sedikit
embun belum selesai menetes pada daun
mentari masih lelap jauh di seberang
terlalu pagi untuk memulangkan kesadaran
rindu masih sangat dingin untuk disampaikan
maka kutumpuk ia bersama lelah yang tak sudah-sudah
kusandingkan bersama luka-luka yang payah
tapi hendak kapan lagi?
siang kemarin terlalu garang
bahkan terlalu berisik untuk mendengar siul berdendang
juga kemarin kemarinnya
dan kemarin kemarinkemarinnya
mungkin juga setelah ini dan setelahnya
waktu burung-burung terbang pulang
nyeri mulai berani mencium tulang
bertambah berani menjelang petang
hingga akhirnya semua sendi
berujar mereka ingin mati
begitulah hari kemarin
juga kemarin kemarinnya
dan kemarin kemarinkemarinnya
mungkin juga setelah ini dan setelahnya
maka tinggallah ini yang disisakan
malam yang sedikit
kurang separuh atau lebih sedikit
maka
kesadaran dipaksa pulang lebih dulu
rindu mulai dihangat-hangatkan
dingin dan nyeri yang tidur pulas di punggung
harus dikalahkan
seperti beradu, siapa yang jaga lebih dulu?
dapati malam-malamku jatuh
yakinkan diriku simpuh
pada sujud-sujudku yang rapuh
luruh penghambaan
genap kenistaan

di sudut kota kosa kata
penyair menyentuh ujung bibirnya
berciuman dengan malaikat maut
hingga terjungkal di samudra mimpi
aku meneropong seorang Angga dari jauh
dan menemui
pantai yang lama kutinggalkan
ha haa ha ha ha… lama kagak ketemu Prof Suminto A sayuti… jadi kata-katanya radak ngambang banggeee sori bro… met kenalan ae
salam kenal juga
pantai apa mas yang ditinggalkan??
Ngga, pusinya mb posting lagi di blog.. boleh ya bung. semagnat. nuhun sanget. mb belajar banyak dari angga. kunjungan balik dong. kumaha kabar ibu, mb Ila, mb Eta??
doakan mb ya. masih terus berkonfrontasi di jogjakarta dengan para sedadu kehidupan.huks…
iya.. boleh mbak. orang rumah baek2 ja. tentu kudoakan engkau, life is a fight
kekekekekek….
gw dah posting tuh gambarnya, klo jelek jangn d ejek ya
sorry nih gw gak make blog reply nya g punya blog lg mo buat