Rintih Rerumputan II

Bila pagi mereka basah kau pikir apa
Bukankah tak pernah kau temui malam yang senyap sungguh
Meski tak hujan
Meski tak ada jangkrik berisik
Tak pula kodok mainkan sandiwara orkestra

Ada keluh menyusupi pori-pori beton yang menghunjam tanah
bersama resah menggerogoti tulangannya

Ada kesal pandang gadis-gadis bodoh terbalut Sophie Martin di mal-mal gemerlap lampu
Ada bingung dengar badut-badut S3 membodohi diri sendiri

Maka muaklah kita dengan semua
Maka muaklah kau dengan dirimu sendiri
Aku dengan diriku sendiri
Lalu mulailah mencari
Dengan berjalan tegak meski harus melumuri jalanan dengan darah
– mu sendiri
– ku sendiri
hingga setan-setan pun seperti layu saat kau meremas rayu-nya
lalu diam dan dengarlah
karena
ada
ada, masih ada yang lain
sesuatu yang sulit terdengar
ada basah rintih rerumputan dibawah purnama dijemput mega

~ by adhityaangga on 20 February 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: