Sandiwara Sore

Percik
Hujan menyudahi sore yang bersandiwara
Keinginjumpaan didendangkan kekakuan
pada tiap helai daun yang menari dingin
Melukis harap, cemas, takut

Rindu
Mencoba mengeja pelangi
yang sempat dilukis
sebelum surya menutup hari
dengan senyum yang beku

~ by adhityaangga on 20 February 2009.

One Response to “Sandiwara Sore”

  1. kau memang pintar berpuisi angga. ah payah, aku tak bisa menyulam indah kata-kata dalam puisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: